Suara Restorasi: Parlemen
Tampilkan postingan dengan label Parlemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parlemen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2026

Syarief Abdullah Usulkan Kemendes Selesaikan Status Desa Tertinggal

Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, menyoroti rendahnya pagu anggaran yang diusulkan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) serta Kementerian Transmigrasi. Sorotan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI serta Menteri Transmigrasi RI yang berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).



Dalam rapat tersebut, Syarief menilai besaran anggaran yang diusulkan kedua kementerian tersebut masih sangat terbatas dan berpotensi menghambat pelaksanaan berbagai program pembangunan yang menyasar masyarakat desa, kawasan tertinggal, dan wilayah transmigrasi di seluruh Indonesia.


Menurutnya, pembangunan desa harus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah karena desa merupakan fondasi pembangunan nasional. Kemajuan desa akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.


“Saya usulkan Kementerian Desa ini untuk membuat skala prioritas. Bagaimana misalnya desa yang sangat tertinggal itu bisa naik level menjadi desa maju. Kita berharap semua desa di Indonesia ini minimal menjadi desa maju. Karena kemajuan desa akan berdampak bagi kemajuan Indonesia,” ujar Syarief dalam rapat kerja tersebut.


Politisi Partai NasDem itu menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan target pembangunan desa. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang terukur melalui penentuan skala prioritas yang jelas, terutama bagi desa-desa yang masih berstatus tertinggal dan sangat tertinggal.


Syarief juga mendorong agar program-program kementerian lebih difokuskan pada upaya peningkatan status desa melalui penguatan infrastruktur dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan potensi lokal yang dimiliki setiap desa.


*AHM


Selasa, 02 Juni 2026

Raker Dengan Kementerian PU, Syarief Abdullah Minta Inpres Jalan Daerah Jadi Program Prioritas

Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI, H. Syarief Abdullah Alkadrie, meminta Kementerian Pekerjaan Umum untuk menjadikan Program Inpres Jalan Daerah (IJD) sebagai salah satu program prioritas nasional dalam pembangunan infrastruktur. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum yang berlangsung di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).


Dalam rapat tersebut, Syarief menegaskan bahwa Program Inpres Jalan Daerah memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran.


Menurutnya, banyak pemerintah kabupaten dan kota menghadapi tantangan dalam mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kehadiran Program IJD dinilai menjadi solusi strategis untuk mengatasi persoalan tersebut.


"IJD ini bisa jadi solusi pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan kabupaten dan provinsi. Karena mereka memang terkendala dengan APBD. Saya berharap IJD ini lebih besar porsinya. Selain itu, program ini masuk dalam program prioritas" Ujar Syarief.


Legislator asal Kalimantan Barat itu menjelaskan bahwa infrastruktur jalan yang baik menjadi faktor utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Jalan yang layak akan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, serta membuka akses menuju pusat-pusat ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.


Syarief juga menilai keberlanjutan Program IJD sangat penting untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah, khususnya di daerah-daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.


Ia berharap Kementerian Pekerjaan Umum dapat terus memperkuat dan memperluas cakupan Program Inpres Jalan Daerah sehingga semakin banyak daerah yang memperoleh manfaat dari program tersebut.


Selasa, 12 Mei 2026

Viral LCC 4 Pilar !!! Syarief Abdullah Desak Dewan Juri dan Penyelenggara Minta Maaf

Anggota DPR/MPR RI Syarief Abdullah Alkadrie menyampaikan respons tegas terkait polemik yang terjadi dalam ajang Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI. Ia meminta agar pelaksanaan kegiatan tersebut segera dievaluasi menyeluruh, terutama terkait mekanisme penilaian dan profesionalitas dewan juri.


Syarief Abdullah juga mendesak adanya permintaan maaf secara terbuka dari pihak dewan juri maupun penyelenggara setelah muncul dugaan kekeliruan dalam proses penilaian jawaban peserta.


Melalui pernyataan video yang diunggah di akun Instagram pribadinya (12/5/2026), Syarief Abdullah menyoroti insiden yang melibatkan seorang siswi asal daerah pemilihannya dari SMA Negeri 1 Pontianak. Dalam kejadian tersebut, siswi itu disebut telah memberikan jawaban yang benar, namun justru dinilai salah oleh dewan juri.


Menurut Syarief Abdullah, peristiwa tersebut tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak tidak baik pada mental dan rasa keadilan peserta didik yang telah memberikan jawaban dengan benar pada lomba tersebut.


“Saya minta kepada dewan juri dan penyelenggara untuk secepatnya meminta maaf kepada sekolah yang bersangkutan dan juga kepada masyarakat Kalbar. Dan kedepan kita akan evaluasi ini, jangan sampai terjadi lagi, sehingga dalam penyelenggaraan nya betul betul. Tidak membuat kegaduhan, apalagi merugikan kepada peserta maupun masyarakat  ” Tegasnya.


Ia juga meminta agar Badan Sosialisasi, panitia penyelenggara melakukan evaluasi total terhadap dewan juri, dan sistem penjurian agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada pelaksanaan LCC 4 Pilar di masa mendatang.


*AHM

Selasa, 05 Mei 2026

Warga Desa Sungai Alai Curhat Ke Ibu Hadijah Fitriah, Dambakan Pembangunan Gedung SMA

SANGGAU – Warga masyarakat Desa Sungai Alai, Kabupaten Sanggau, menyampaikan curahan hati mereka kepada Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Hadijah Fitriah dan anggota Komisi V DPRD Kalbar yang datang melakukan kunjungan ke desa tersebut.


Dalam pertemuan bersama warga pada hari selasa (5/5/2026) di Desa Sungai Alai, salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan adalah kebutuhan pembangunan gedung Sekolah Menengah Atas (SMA). Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan fasilitas pendidikan tingkat SMA agar anak-anak di desa tersebut lebih mudah melanjutkan pendidikan.


Selama ini, para pelajar yang ingin bersekolah di tingkat SMA harus menempuh perjalanan cukup jauh ke daerah lain. Kondisi tersebut dinilai memberatkan masyarakat, terutama dari sisi biaya transportasi dan waktu tempuh.


Tokoh masyarakat setempat mengatakan keberadaan gedung SMA sangat penting untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di desa. Selain memberikan kemudahan akses belajar bagi pelajar, pembangunan sekolah juga diharapkan dapat mengurangi angka putus sekolah.


Menanggapi aspirasi warga, Hadijah Fitriah menyampaikan bahwa kebutuhan pendidikan masyarakat akan menjadi perhatian pihak DPRD Kalbar. Ia mengaku memahami keinginan masyarakat yang mendambakan fasilitas pendidikan yang lebih dekat dan memadai.


Selasa, 10 Februari 2026

Syarief Abdullah Dukung Lelang Terbuka Program BSPS Demi Transparansi

Jakarta — Anggota Komisi V DPR RI, H. Syarief Abdullah Alkadrie, menyatakan dukungannya kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk melaksanakan mekanisme lelang atau Pemilihan Toko Terbuka (PTT) dalam pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).


Dukungan tersebut disampaikan Syarief Abdullah dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Kementerian PKP yang digelar pada Selasa, (10/2/2026) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.


Menurut Syarief Abdullah, penerapan sistem lelang terbuka dalam program BSPS dinilai penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat. Ia menilai mekanisme tersebut dapat meminimalisasi potensi penyimpangan sekaligus memastikan kualitas material bangunan yang diterima oleh penerima manfaat.


“Berkaitan dengan BSPS, baik masalah pendataan maupun pelaksanaan dilapangan kita berkomitmen untuk melaksanakan dengan baik. Dan sekarang cukup bagus, apa yang telah dilakukan oleh kementerian dengan melakukan lelang secara terbuka. Dan saya mendukung” Ujar Syarief Abdullah dihadapan Menteri Ara. 


(AHM)


Rabu, 04 Februari 2026

DPR Beri Nilai 50 Atas Kinerja Menteri Pariwisata

Jakarta, Suara Restorasi – Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Sudibyo, memberikan penilaian terhadap kinerja Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, pada hari Rabu (4/2/2026) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta. 

Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Sudibyo Saat Menyampaikan Pandangan nya.


Dalam forum tersebut, Yoyok menyebut kinerja Widiyanti baru mencapai angka 50 dari skala 100.

“Kalau saya boleh menilai 100, nilai secara ujian benar semua kan 100, saya menilai Ibu masih 50. Maaf ni Bu. Ibu ini paling cantik ni di kabinetnya pak Prabowo. Kepiawaian ibu tidak diragukan lagi. ” Ujar Yoyok seperti dikutip dari TV Parlemen. 


Menurut Yoyok, hingga saat ini kebijakan pariwisata yang dijalankan pemerintah belum mampu berfungsi secara optimal sebagai penggerak utama perekonomian nasional. Ia menilai sektor pariwisata seharusnya bisa menjadi mesin ekonomi yang lebih kuat melalui peningkatan kunjungan wisatawan, penguatan destinasi unggulan, serta dukungan terhadap pelaku usaha pariwisata di daerah.


Dalam rapat tersebut, Yoyok juga mendorong Kementerian Pariwisata untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program yang berjalan, agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat serta daerah tujuan wisata, bukan sekedar jadi event organizer. 


(AHM)

Kementerian PU Diminta Lebarkan Akses Jalan Menuju Pelabuhan Kijing

Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI H. Syarief Abdullah Alkadrie, SH. MH memberikan catatan terkait infrastruktur pendukung di Kalimantan Barat. Ia menyoroti kondisi akses jalan utama menuju Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah yang dinilai perlu perhatian serius seiring meningkatnya aktivitas pelabuhan. 

Anggota Komisi V DPR RI H. Syarief Abdullah Alkadrie, SH. MH



Hal tersebut disampaikan Syarief dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). 

Menurut Syarief, jalur Utara merupakan urat nadi logistik satu-satunya menuju Pelabuhan Kijing. Jika pelabuhan tersebut sudah beroperasi secara penuh, beban kendaraan dipastikan akan meningkat tajam, sehingga kapasitas jalan yang ada saat ini dianggap tidak akan memadai. 

"Kalau Pelabuhan Kijing sudah berfungsi secara penuh, maka jalur utara perlu menjadi perhatian. Di sana adalah akses utama, tidak ada jalan lain," Tegas Syarief di hadapan jajaran Kementerian PU.

Pelebaran: Pinyuh ke Kijing 

Legislator asal Kalimantan Barat ini menekankan bahwa titik krusial yang harus segera ditangani adalah ruas jalan dari arah Sungai Pinyuh menuju Pelabuhan Kijing. Syarief mendesak pemerintah pusat untuk segera melakukan pelebaran jalan guna mencegah kemacetan dan menjamin kelancaran arus barang.
 
"Maka perlu pelebaran, terutama yang dari Pinyuh menuju ke Pelabuhan Kijing," pungkasnya.

Peningkatan infrastruktur jalan ini diharapkan dapat mengimbangi status Pelabuhan Kijing sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah Kalimantan Barat. 


(AHM)

Anggota Komisi V Minta Kementerian PU Aktifkan Kembali Program ABSAH

Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI H. Syarief Abdullah Alkadrie, meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mengaktifkan kembali program Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH). Hal ini dinilai sebagai solusi konkret untuk mengatasi kesulitan air bersih di wilayah yang memiliki karakteristik tanah sulit air tanah, namun memiliki curah hujan tinggi.

Anggota Komisi V DPR RI H. Syarief Abdullah Alkadrie, SH.MH


Permintaan tersebut disampaikan Syarief dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (4/2/2026).


Dalam penyampaian nya, Syarief Abdullah menyoroti efektivitas program ABSAH yang berbasis padat karya dan pendekatan masyarakat. Menurutnya, program ini sangat cocok diterapkan di Kalimantan Barat, di mana masyarakat seringkali kesulitan mendapatkan air bersih melalui sumur bor.


"Berkaitan dengan program padat karya dengan pendekatan masyarakat. Dulu itu pernah ada yang namanya Program ABSAH. Tempat penampungan air hujan, karena kalau di tempat kami, sumur bor itu sulit," Ujar Syarief di hadapan Menteri PU.


Memanfaatkan Potensi Curah Hujan

Politisi Partai NasDem ini menjelaskan bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi curah hujan yang sangat tinggi. Dengan program ABSAH, air hujan dapat ditangkap secara efektif saat musim penghujan untuk dijadikan cadangan saat musim kemarau tiba.

Ia secara khusus mengusulkan agar titik-titik pembangunan ABSAH difokuskan pada fasilitas publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas.

"Curah hujan cukup tinggi, sehingga potensi ini bisa dimanfaatkan untuk lembaga pendidikan maupun rumah ibadah. Saya berharap program itu dilaksanakan lagi," tegasnya.


(Abdul Hamid)


Jumat, 30 Januari 2026

Syarief Abdullah Dorong Pelibatan Pramuka dan Menwa dalam Penanggulangan Bencana

Jakarta, Suara Restorasi – Anggota Komisi V DPR RI dari fraksi Partai NasDem H. Syarief Abdullah Alkadrie, meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) untuk melibatkan Pramuka serta Resimen Mahasiswa (MENWA) dalam upaya penanggulangan bencana di daerah.

Anggota Komisi V DPR RI H. Syarief Abdullah Alkadrie saat menyampaikan pendapat nya di ruang Sidang Komisi V, Komplek Parlemen DPR RI


Hal tersebut disampaikan Syarief Abdullah dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama Kepala Basarnas dan BMKG yang digelar pada Rabu, (28/01/2026) di Kompleks Parlemen, Jakarta. 


Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi antara lembaga negara dan organisasi kemasyarakatan dalam mempercepat respons tanggap darurat saat bencana terjadi.


Menurut Syarief, Pramuka memiliki jaringan yang kuat hingga ke tingkat daerah melalui kwartir, gugus depan, dan satuan tugas, sehingga dapat dimaksimalkan sebagai relawan kebencanaan. Ia menjelaskan bahwa selama ini Pramuka telah banyak terlibat langsung di lapangan, mulai dari proses evakuasi korban, pendirian posko pengungsian, distribusi logistik, layanan dapur umum, hingga pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak.


“Pengurus Pramuka itu sudah terlatih dan memiliki kemampuan dasar dalam penanggulangan bencana. Tinggal mereka dilibatkan saja jika terjadi bencana di daerah” Ujar Syarief, Seperti dikutip dari kanal Youtube Live Streaming TV Parlemen (28/1/2026). 


Selain Pramuka, Syarief juga mendorong agar Resimen Mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam penanganan bencana. Menurutnya, Menwa memiliki kedisiplinan serta kemampuan dasar yang dapat menunjang operasi kemanusiaan di berbagai wilayah.


(AHM)


Adsvertiser

Berita

Gaya Hidup

Inspirasi