Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI H. Syarief Abdullah Alkadrie, SH. MH memberikan catatan terkait infrastruktur pendukung di Kalimantan Barat. Ia menyoroti kondisi akses jalan utama menuju Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah yang dinilai perlu perhatian serius seiring meningkatnya aktivitas pelabuhan.
![]() |
| Anggota Komisi V DPR RI H. Syarief Abdullah Alkadrie, SH. MH |
Hal tersebut disampaikan Syarief dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Menurut Syarief, jalur Utara merupakan urat nadi logistik satu-satunya menuju Pelabuhan Kijing. Jika pelabuhan tersebut sudah beroperasi secara penuh, beban kendaraan dipastikan akan meningkat tajam, sehingga kapasitas jalan yang ada saat ini dianggap tidak akan memadai.
"Kalau Pelabuhan Kijing sudah berfungsi secara penuh, maka jalur utara perlu menjadi perhatian. Di sana adalah akses utama, tidak ada jalan lain," Tegas Syarief di hadapan jajaran Kementerian PU.
Pelebaran: Pinyuh ke Kijing
Legislator asal Kalimantan Barat ini menekankan bahwa titik krusial yang harus segera ditangani adalah ruas jalan dari arah Sungai Pinyuh menuju Pelabuhan Kijing. Syarief mendesak pemerintah pusat untuk segera melakukan pelebaran jalan guna mencegah kemacetan dan menjamin kelancaran arus barang.
"Maka perlu pelebaran, terutama yang dari Pinyuh menuju ke Pelabuhan Kijing," pungkasnya.
Peningkatan infrastruktur jalan ini diharapkan dapat mengimbangi status Pelabuhan Kijing sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah Kalimantan Barat.
(AHM)
.png)