Sinergi Membangun Sambas: Syarief Abdullah Dorong Pembangunan Infrastruktur dan Revitalisasi Keraton Sambas
Suara Restorasi– Anggota Komisi V DPR RI, H. Syarief Abdullah Alkadrie, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kantor Bupati Sambas, Kalimantan Barat, pada Selasa (3/11/2026). Kunjungan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengakselerasi pembangunan di Kabupaten Sambas.
Kedatangan Syarief Abdullah disambut hangat oleh Bupati Sambas, H. Satono. Dalam sambutannya, Satono menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan perjuangan Syarief Abdullah di tingkat pusat yang konsisten mengawal aspirasi pembangunan bagi masyarakat Sambas.
Guna memastikan usulan daerah dapat ditindaklanjuti secara teknis, Syarief Abdullah turut memboyong sejumlah kepala balai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Kehadiran jajaran instansi teknis ini membuka ruang koordinasi langsung terkait berbagai usulan prioritas, di antaranya:
Pembangunan dan Peningkatan Infrastruktur Jalan: Mempercepat konektivitas antarwilayah di Sambas.
Akses Air Bersih: Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih yang layak.
Penguatan Tebing Pantai: Langkah strategis untuk mengantisipasi dan menanggulangi ancaman abrasi di wilayah pesisir.
Syarief Abdullah menegaskan pentingnya integrasi program antara pusat dan daerah agar pembangunan berjalan efisien serta tepat sasaran sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Dorong Revitalisasi Kawasan Bersejarah Tidak hanya fokus pada infrastruktur dasar, Syarief Abdullah juga menyoroti pentingnya pelestarian cagar budaya dengan mengusulkan revitalisasi serta penataan kawasan Keraton Kesultanan Sambas.
"Saya juga mengusulkan revitalisasi dan penataan kawasan bersejarah, yaitu Keraton Kesultanan Sambas. Ini sangat penting karena memiliki nilai historis dan budaya," tegas Syarief Abdullah.
Ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus pada usulan ini, sehingga Keraton Kesultanan Sambas tidak hanya terjaga sebagai warisan sejarah dan identitas budaya, tetapi juga berpotensi besar dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah unggulan di Kalimantan Barat.
*AHM






