Suara Restorasi

Berita

Peristiwa

Showbiz

Adsvertiser

Foto

Video

Senin, 12 Oktober 2026

Rona Bahagia Ibu Muriati, Penerima Bedah Rumah Aspirasi Syarief Abdullah

Kubu Raya, Suara Restorasi – Rona bahagia terpancar dari wajah Ibu Muriati, 40 tahun, warga Desa Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Rumah yang selama ini dinantikan kini telah selesai dibangun melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari aspirasi Syarief Abdullah.


Progres pembangunan rumah tersebut telah dinyatakan mencapai 100 persen oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) BSPS. Rampungnya pembangunan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Ibu Muriati, yang kini dapat menempati rumahnya dengan lebih nyaman.


“Alhamdulillah, senang sekali rumah sudah selesai sekarang. Tinggal dicat saja, biar lebih tampak bagus,” tutur Ibu Muriati kepada  Suara Restorasi, Minggu (11/10).


Bagi Ibu Muriati, selesainya pembangunan rumah tersebut bukan sekadar berdirinya sebuah bangunan, melainkan juga menghadirkan harapan baru untuk menjalani kehidupan sehari-hari bersama keluarga dengan kondisi hunian yang lebih layak.

Ibu Muriati didampingi Tenaga Fasilitator Lapangan/TFL BSPS 


Program BSPS merupakan salah satu upaya untuk membantu masyarakat mendapatkan rumah yang layak huni melalui dukungan stimulan dan semangat gotong royong. Melalui program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat pembangunan dan memiliki tempat tinggal yang aman serta nyaman.


Senyum bahagia Ibu Muriati menjadi gambaran nyata betapa pentingnya hunian yang layak bagi masyarakat. Kini, dengan pembangunan rumah yang telah rampung, ia tinggal melakukan penyelesaian akhir berupa pengecatan agar rumahnya semakin rapi dan indah dipandang.


*AHM

Selasa, 22 September 2026

Perkuat Sistem Pengkaderan di Daerah, PW IPNU Kalbar Gelar LATIN

Pontianak, Suara Restorasi — Dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapasitas kader, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Kalimantan Barat menggelar Latihan Instruktur (LATIN).


Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat, 18 September hingga 20 September 2026, bertempat di Wisma Atlet GOR Provinsi Kalimantan Barat.


Ketua PW IPNU Kalimantan Barat Zainullah, menyampaikan bahwa Latihan Instruktur merupakan bagian dari upaya strategis organisasi dalam menyiapkan kader yang memiliki kemampuan sebagai instruktur dan pelatih.


Menurutnya, keberadaan instruktur yang berkualitas sangat penting dalam menjaga keberlanjutan sekaligus meningkatkan kualitas sistem pengkaderan IPNU di tingkat kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

“Pelatihan ini menjadi ikhtiar strategis untuk mencetak kader-kader instruktur dan pelatih yang mampu mengawal serta memperkuat sistem pengkaderan di kabupaten/kota di Kalimantan Barat,” ujar Zainullah.


Ia berharap para peserta yang mengikuti LATIN tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam proses pelatihan, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk memperkuat pengkaderan di wilayah masing-masing.


Dengan adanya kader instruktur yang memiliki kompetensi, PW IPNU Kalbar mendorong agar proses pengkaderan dapat berlangsung secara terarah, berkelanjutan, dan mampu melahirkan kader-kader muda yang memiliki kapasitas serta komitmen terhadap organisasi.


Rabu, 16 September 2026

Syarief Abdullah Minta Penerima BSPS yang Sudah Terverifikasi Tidak Dipindah ke Tahap Dua

Jakarta, Suara Restorasi — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, H. Syarief Abdullah Alkadrie, meminta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memastikan penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang telah melalui proses verifikasi pada tahap pertama tidak  dipindahkan ke tahap kedua.


Permintaan tersebut disampaikan Syarief Abdullah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama jajaran Eselon I Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman di Ruang Rapat Komisi V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).


Menurut Syarief Abdullah, proses verifikasi terhadap calon penerima bantuan merupakan tahapan penting untuk memastikan masyarakat yang mendapatkan program BSPS benar-benar memenuhi persyaratan dan membutuhkan bantuan perbaikan rumah.


Karena itu, apabila calon penerima telah dinyatakan terverifikasi pada tahap pertama, ia meminta agar status tersebut tidak kembali diubah atau dipindahkan ke tahap berikutnya apabila terjadi data usulan ganda.


“Kalau sudah diverifikasi pada tahap satu, jangan kemudian dipindahkan ke tahap dua. Masyarakat sudah menunggu dan proses verifikasinya juga sudah dilakukan. Kalau data usulan nya ganda. Hapus saja yang tahap kedua. Ini banyak kemarin terjadi pada kami. Yang sudah terverifikasi di tahap satu, dipindahkan ke tahap dua. ” ujar Syarief Abdullah.


Ia menilai kepastian bagi masyarakat penerima bantuan sangat penting. Perubahan tahapan setelah proses verifikasi dikhawatirkan dapat menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat yang telah berharap mendapatkan bantuan untuk memperbaiki rumahnya.


*AHM

  


Kamis, 03 September 2026

Garda Pemuda NasDem Kalbar Gerak Cepat Ikut Tangani Karhutla di Kubu Raya

Kubu Raya, Suara Restorasi — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Garda Pemuda NasDem Kalimantan Barat menunjukkan kepeduliannya terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan turun langsung melakukan aksi sosial sekaligus penanganan di sejumlah titik terdampak di Kabupaten Kubu Raya, Kamis (3/8/2026).


Kegiatan tersebut dipusatkan di dua wilayah, yakni Desa Sungai Asam dan Desa Suku Lanting, Kecamatan Sungai Raya. Selain melakukan penanganan terhadap lokasi bekas kebakaran, Garda Pemuda NasDem juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak asap dan berada di sekitar wilayah rawan karhutla.


Dalam kegiatan tersebut, DPW Garda Pemuda NasDem Kalimantan Barat menyerahkan sejumlah peralatan pemadam kebakaran kepada Pasukan Baret DPW Garda Pemuda NasDem Kalbar. Peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapsiagaan dan memperkuat kemampuan tim dalam melakukan penanganan karhutla di lapangan.


Aksi sosial kemudian dilanjutkan dengan pembagian masker dan susu UHT kepada masyarakat di Desa Suku Lanting. Pembagian bantuan dilakukan di kawasan Dermaga Penyeberangan Suku Lanting, Kecamatan Terentang, serta wilayah Kali Bandung.


Masker diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang berpotensi terdampak asap akibat kebakaran, sementara susu UHT dibagikan sebagai bagian dari dukungan kebutuhan masyarakat di tengah kondisi udara yang kurang baik.


Tidak hanya memberikan bantuan, tim Garda Pemuda NasDem juga melakukan pendinginan di lokasi bekas kebakaran di Dusun Suka Setia, Desa Sungai Asam. Pendinginan dilakukan karena masih ditemukan bara api di sejumlah titik yang berada tidak jauh dari permukiman warga.


Tim melakukan penyisiran dan pendinginan terhadap area yang masih berpotensi menimbulkan titik api baru. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali membesar dan merambat ke kawasan permukiman masyarakat.



Di lokasi yang sama, Garda Pemuda NasDem turut membagikan masker dan susu UHT kepada warga di sekitar area yang terbakar.


Aksi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian Garda Pemuda NasDem Kalimantan Barat dalam membantu masyarakat menghadapi ancaman karhutla. Selain penanganan langsung di lapangan, kegiatan ini juga menjadi upaya mendorong kesadaran bersama agar masyarakat ikut menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.


Garda Pemuda NasDem Kalimantan Barat menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, relawan maupun organisasi kepemudaan. Sinergi dan kesiapsiagaan dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dari dampak yang ditimbulkan.


*AHM


Rabu, 02 September 2026

DPW Petani NasDem Kalbar Bagikan 5 Ribu Susu UHT dan Masker

PONTIANAK, Suara Restorasi — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Petani NasDem Kalimantan Barat menggelar aksi sosial dengan membagikan 5.000 paket susu UHT dan masker gratis kepada para pengguna jalan di kawasan Bundaran Digulis Untan, Pontianak, Sabtu (29/8/2026).


Aksi yang digagas bersama DPD NasDem Kota Pontianak ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang mulai terdampak paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalbar.


Ketua DPW Petani NasDem Kalbar Hairul Mikrad, menyampaikan bahwa pembagian bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata para pengurus terhadap kesehatan warga.


"Sebagai bentuk kepedulian akibat karhutla dan kabut asap ini, kami dari DPW Petani NasDem Kalbar bersama DPD NasDem Kota Pontianak membagikan 5 ribu susu UHT dan masker secara gratis. Mudah-mudahan ini dapat meringankan warga yang terdampak kabut asap. Dan susu UHT ini sebagai asupan gizi tambahan lah," Ujar Hairul Mikrad di sela-sela kegiatan bagi bagi Susu dan Masker.


Melalui pembagian masker ini, masyarakat diharapkan terhindar dari ancaman penyakit saluran pernapasan saat beraktivitas di luar rumah. Sementara itu, pemberian susu UHT diharapkan dapat membantu menjaga imunitas tubuh warga di tengah kondisi udara yang kurang sehat.


*AHM


Rabu, 10 Juni 2026

Syarief Abdullah Usulkan Kemendes Selesaikan Status Desa Tertinggal

Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI, Syarief Abdullah Alkadrie, menyoroti rendahnya pagu anggaran yang diusulkan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) serta Kementerian Transmigrasi. Sorotan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI serta Menteri Transmigrasi RI yang berlangsung di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).



Dalam rapat tersebut, Syarief menilai besaran anggaran yang diusulkan kedua kementerian tersebut masih sangat terbatas dan berpotensi menghambat pelaksanaan berbagai program pembangunan yang menyasar masyarakat desa, kawasan tertinggal, dan wilayah transmigrasi di seluruh Indonesia.


Menurutnya, pembangunan desa harus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah karena desa merupakan fondasi pembangunan nasional. Kemajuan desa akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.


“Saya usulkan Kementerian Desa ini untuk membuat skala prioritas. Bagaimana misalnya desa yang sangat tertinggal itu bisa naik level menjadi desa maju. Kita berharap semua desa di Indonesia ini minimal menjadi desa maju. Karena kemajuan desa akan berdampak bagi kemajuan Indonesia,” ujar Syarief dalam rapat kerja tersebut.


Politisi Partai NasDem itu menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan target pembangunan desa. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang terukur melalui penentuan skala prioritas yang jelas, terutama bagi desa-desa yang masih berstatus tertinggal dan sangat tertinggal.


Syarief juga mendorong agar program-program kementerian lebih difokuskan pada upaya peningkatan status desa melalui penguatan infrastruktur dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan potensi lokal yang dimiliki setiap desa.


*AHM


Minggu, 07 Juni 2026

Diskusi Kebangsaan Bersama Pemuda, Syarief Abdullah Apresiasi Nalar Kritis Pemuda

Pontianak – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I, Syarief Abdullah Alkadrie, menilai daya kritis pemuda merupakan salah satu elemen penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan pembangunan nasional. Menurutnya, keberanian generasi muda dalam mengkaji, mengkritisi, serta memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan pemerintah menjadi modal besar bagi kemajuan bangsa.



Pernyataan tersebut disampaikan Syarief saat menghadiri Diskusi Kebangsaan bertajuk Refleksi Hari Lahir Pancasila yang digelar Liga Mahasiswa NasDem Kalimantan Barat di Cafe 5 CM Universitas Tanjungpura Pontianak, Minggu (7/6/2026).


Dalam forum yang dihadiri aktivis organisasi kepemudaan dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut, Syarief mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dalam menyampaikan pandangan dan gagasan mengenai berbagai isu kebangsaan yang berkembang saat ini.


Ia menegaskan bahwa nalar kritis pemuda harus terus dirawat dan diarahkan menjadi energi positif untuk mengawal jalannya pemerintahan. Bagi Syarief, kritik yang lahir dari pemikiran yang objektif dan konstruktif bukanlah ancaman, melainkan bagian dari proses demokrasi yang sehat.


Adsvertiser

Berita

Gaya Hidup

Inspirasi